ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,5 Maret 2026-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 hijriah di Kabupaten Bandung akan terjadi dua gelombang.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar mengungkapakan, puncak arus mudik di wilayah Kabupaten Bandung tersebut diperkirakan akan terjadi pada 14 Maret dan 19 Maret 2026.
Hilman menjelaskan, secara umum puncak arus mudik sangat berpotensi terjadi pada H-2 Idulfitri.
Namun, adanya libur panjang membuat pergeyakan masyarakat diprediksi lebih tersebar.
“Kami memperkirakan akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik, seperti pada tanggal 14 Maret dan 19 Maret 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (5/3/2026).
Prediksi tersebut, berdasarkan hasil evaluasi pengamanan arus mudik dan balik pada tahun sebelumnya.
Selain itu, hal itu juga dipengaruhi adanya libur nasional dan cuti bersama, termasuk Hari Suci Nyepi.
Oleh karena itu, untuk mendukung pelayanan dan pengamanan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Dishub Kabupaten Bandung menyiagakan sekitar 200 personel.
“Jumlah personel tersebut disebar di 10 posko pada jalur mudik maupun jalur wisata Kabupaten Bandung. 10 posko itu, terdiri atas 1 pos induk, dan 9 pos pengamanan. Sedangkan posko induk di Nagreg,” katanya.
Mengenai pos pengamanan sendiri, kata Hilman, pihaknya menempatkan di titik-titik lokasi strategis seperti di kawasan Cileunyi, Pangalengan, Majalaya, Ciwidey, Ibun-Kamojang, Soreang, hingga Ciparay.
“Untuk pusat CCTV, pengatur operasi kendali personel, traffic counting berada di pos induk. Kami menempatkan personel di pos terpadu, gabugan bersama Polri, BPBD, Satpol PP, dan instansi lainnya,” ucapnya.
Pada berita debelumnya, Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan memperkirakan pada arus mudik Lebaran 2026, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di sejumlah titik di Jawa Barat.
Rudi mengungkapakan, potensi kepadatan itu akan sama seperti tahun sebelumnya, seperti di tol Cipali, dan jalur arteri Jawa Barat bagian selatan.
Oleh karena itu, sejumlah pos-pos pelayanan akan disiapkan.
“Jalur arteri itu, seperti Nagreg (Kabupaten Bandung), Naringgul (Kabupaten Cianjur), Gentong (Kabupaten Tasikmalaya). Kepadatan arus lalu lintas pun berpotensi di tol, terutama Cipali,” ujarnya.
