Farhan Ungkap Alasan Pembongkaran 50 Lapak PKL Oleh Dedi Mulyadi di Bandung Berjalan Tanpa Gesekan

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,13 Mei 2026-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, angkat bicara soal pembongkaran sebanyak 50 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Eyckman-Sukajadi oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Farhan mengatakan, sebelum pembongkaran dilakukan, Dedi Mulyadi sudah meminta Pemkot Bandung untuk mendata bangunan liar yang pembongkarannya perlu dibantu oleh Pemprov Jabar.

“Jadi akhirnya kami berkesepakatan bahwa yang akan dibongkar adalah bangunan liar di seputaran kantor milik pemerintah provinsi dulu, itu yang pertama gitu,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (13/5/2026) sore.

Atas hal tersebut, Farhan pun berterima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah membantu pembongkaran itu karena selama ini Pemkot Bandung memiliki kendala untuk melakukan eksekusi.

“Pada saat bersamaan kami juga melakukan edukasi kepada para warga yang masih punya bangunan liar agar secara sukarela melakukan pembongkarannya sendiri,” kata Farhan.

Saat disinggung pembongkaran tidak dilakukan oleh Pemkot Bandung sejak dulu, Farhan menyebut karena saat itu ada perlawanan. Sebab, pada saat itu belum ada edukasi dan sosialisasi kepada para pemilik lapak PKL.

“Kalau sekarang kita sudah edukasi, ajak ngobrol secara persuasif. Jadi pembongkaran itu tidak menimbulkan gesekan, itu yang paling penting,” ucapnya.

Sementara secara regulasi, kata Farhan, sebetulnya tidak ada kewajiban untuk relokasi maupun kompensasi, sehingga pihaknya akan memberikan pelatihan wirausaha kepada PKL yang terdampak pembongkaran.

Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa konsultan dan juga perusahaan-perusahaan besar yang menyediakan platform marketplace e-commerce untuk memberikan pelatihan kepada mereka.

“Itu agar para pedagang PKL ini menggunakan platform digital tanpa perlu berjualan di atas trotoar lagi,” ujar Farhan.