13.945 Ekor Hewan Kurban di Jabar Sudah Diperiksa, Pastikan Siap untuk Hari Raya Iduladha

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,20 Mei 2026-Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, memastikan kondisi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 masih aman dan terkendali, meski kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih ditemukan di sejumlah daerah.

Untuk memastikan keamanan hewan kurban, DKPP Jabar telah memperketat pengawasan kesehatan dan lalu lintas ternak sejak dua pekan sebelum Idul Adha.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban telah diterjunkan ke berbagai wilayah di Jawa Barat.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara masif untuk memastikan hewan kurban yang dijual ke masyarakat dalam kondisi sehat dan layak.

“Telah diperiksa sebanyak 13.945 ekor ternak hewan kurban,” ujar Linda, Selasa (19/5/2026).

Di tengah meningkatnya mobilitas ternak menjelang Idul Adha, DKPP Jabar terus memantau dan memperketat penyebaran PMK dan LSD yang menjadi ancaman utama pada hewan kurban.

Linda mengungkapkan, hingga pertengahan Mei 2026 masih terdapat kasus aktif PMK dan LSD di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat, namun masih dalam kondisi terkendali.

“Penyakit hewan pada ternak kurban yaitu PMK dan LSD masih ada kasus aktif, namun dapat dikendalikan,” katanya.

Berdasarkan data DKPP Jabar periode 1 Januari hingga 13 Mei 2026, tercatat 628 kasus PMK tersebar di tujuh kabupaten/kota. Sementara itu, kasus LSD tercatat sebanyak 79 kasus di empat kabupaten/kota.

Linda menilai, jumlah kasus tersebut relatif kecil dibandingkan total populasi ternak di Jawa Barat. Linda menyebut program vaksinasi yang dilakukan pemerintah daerah menjadi faktor utama pengendalian penyebaran penyakit hewan menular.

“Hal ini membuktikan bahwa penyakit dapat dicegah penularannya dan dapat dikendalikan,” ucapnya. 

Selain melakukan pengawasan kesehatan, DKPP Jabar juga memantau arus masuk hewan kurban dari luar daerah. Jawa Barat saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi daerah transit distribusi hewan kurban menuju DKI Jakarta.

Linda mengatakan, berdasarkan data aplikasi lalu lintas hewan, lebih dari 113 ribu ekor ternak telah masuk ke Jawa Barat dalam enam bulan terakhir.

“Diperkirakan ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencukupi, dipenuhi dari peternak dalam Jawa Barat ditambah masuknya hewan kurban dari luar Provinsi Jawa Barat yang tercatat melalui aplikasi lalu lintas selama enam bulan terakhir sebanyak 113.522 ekor ternak, meliputi sapi, kambing, kerbau, dan

Menurutnya, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang hari pemotongan kurban.

“Dan akan semakin masif mendekati hari H, dikarenakan Jawa Barat juga sebagai provinsi antara untuk kebutuhan kurban DKI Jakarta,” ucapnya.