www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,21 Mei 2026-Perokok usia remaja, termasuk penggunaan rokok elektronik atau vape di Kota Bandung hingga kini dinilai masih tinggi, sehingga kondisi ini mendapat perhatian serius Pemkot Bandung.
Untuk menekan konsumsi nikotin di kalangan pelajar itu, Pemkot Bandung melakukan berbagai upaya, salah satunya kampanye edukasi kesehatan bertajuk Fight Nicotine, No Nicotine No Ribet di SMAN 20 Bandung.
Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan upaya pencegahan perlu dilakukan bersama, terutama karena anak-anak itu kini semakin mudah mendapatkan produk rokok maupun vape.
“Ini kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh kita semua, terutama di kalangan anak-anak kita. Kita sebagai orang tua maupun pemerintah harus mendukung kegiatan terkait anti nikotin atau rokok,” ujarnya saat ditemui di SMAN 20 Bandung, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, orang dewasa harus menjadi contoh agar perilaku merokok tidak ditiru anak-anak. Ia menyebut sekitar 16 persen remaja telah mulai merokok, dengan penggunaan rokok tembakau masih dominan dibanding vape.
“Lebih lebih banyak yang tembakau kelihatannya karena vape itu biarpun kelihatannya mudah, tapi harganya lumayan mahal ya,” kata Iskandar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, dampak merokok pada remaja tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memengaruhi pola hidup dan prestasi anak.
“Uang yang digunakan banyak habis untuk rokok, bukan untuk kegiatan produktif seperti olahraga, membeli makanan bergizi, atau buku,” ucap Sony.
Ia mengatakan, kandungan nikotin dalam rokok bersifat adiktif sehingga anak-anak yang sudah mulai merokok akan sulit berhenti. Oleh karena itu, remaja di Kota Bandung diminta tidak mencoba merokok sejak awal.
“Jangan coba-coba mulai merokok. Kalau sudah terkena zat adiktif nikotin, itu akan terus berlanjut,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat bahwa kasus perokok usia dini masih ditemukan, mulai dari tingkat SD hingga SMP, sehingga pihak sekolah diminta aktif mengingatkan siswa agar tidak merokok.
Sony mengatakan, pihaknya telah menyediakan layanan konsultasi berhenti merokok di seluruh puskesmas di Kota Bandung. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk remaja yang sudah mengalami ketergantungan nikotin.
“Datanglah ke puskesmas untuk konsultasi. Klinik berhenti merokok sudah ada di semua puskesmas,” kata Sony.
