Apa Itu Depo BRT yang Mulai Dibangun di Terminal Cicaheum Kota Bandung? Simak Penjelasannya

ww.narrativetimes.com.ǁJawaBarat,3 September 2026-Depo Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung kini mulai dibangun di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat. Fasilitas ini bakal difungsikan sebagai pangkalan utama untuk mendukung sistem transportasi publik terintegrasi di Bandung Raya.

Pantauan Tribunjabar.id pada Rabu (2/9/2026), pembangunan Depo BRT di Terminal Cicaheum sudah dimulai dengan pembongkaran kawasan kios pedagang menggunakan alat berat.

Area Terminal Cicaheum kini terlihat sudah sepenuhnya ditutup dengan menggunakan pagar proyek. 

Sedangkan, di bagian dalam, material bangunan bekas tembok bangunan permanen tampak masih berantakan dan sejumlah pekerja sibuk membereskan material tersebut.

Adapun, BRT sendiri adalah sistem transportasi umum massal berbasis bus yang dirancang untuk memberikan layanan cepat, andal, aman, dan efisien.

Proyek BRT di kawasan Cekungan Bandung atau Bandung Raya ini merupakan bagian dari Proyek Angkutan Massal Indonesia (MASTRAN) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (DJPD).

“‎Pembangunan Depo (BRT) Cicaheum sudah dimulai. Ini masuk minggu ketiga karena kompensasi sudah diberikan kepada 115 PKL di lokasi tersebut, jadi pembangunannya sudah dilanjutkan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, Rabu (2/9/2026).

Rasdian mengatakan, setelah semua bangunan di lokasi tersebut dibongkar, maka langsung dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi yang diawali dengan fondasi.

‎”Awalnya konstruksi bawah dulu yaitu tiang pancang, itu adalah konstruksi awal. Sama seperti membangun rumah, kan fondasinya dibuat dulu, sekarang ‎masih berproses sesuai jadwal,” katanya.

Sebagai informasi, Terminal Cicaheum sendiri adalah terminal tipe A (melayani skala nasional) di Jalan Ahmad Yani Nomor 830, Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, yang telah berdiri sejak 1975

Terminal ini menjadi gerbang bagi kedatangan bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Kini, layanan bus AKAP dan AKDP berpindah ke Terminal Leuwipanjang yang berada di Jalan Raya Sawahan Nomor 283, Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Lantas, apa yang dimaksud dengan depo BRT?

Dilansir dari Instagram @humas_jabar, depo BRT adalah fasilitas pusat operasional dan pemeliharaan armada-armada BRT.

Depo berfungsi sebagai “markas” utama armada BRT agar bisa siap beroperasi dengan aman dan tepat waktu setiap harinya.

Di dalam depo BRT ini nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas yang lebih dari sekadar tempat parkir, di antaranya:

  1. Area parkir dan manuver bus
  2. Perawatan dan perbaikan untuk bengkel rutin (maintenance) teknis bus
  3. Pengisian daya atau bahan bakar
  4. Pembersihan dan pencucian bus otomatis secara berkala
  5. Kantor operasional termasuk ruang kendali dan manajemen pengemudi

Adapun, sekitar 60 persen air limbah dari pencucian bus akan didaur ulang untuk kembali digunakan mencuci bus berikutnya, sesuai rancangan sistem pengolahan air dalam dokumen Detail Engineering Design (DED).

Adanya depo menjadi penting agar bus dapat keluar tepat jadwal dari depo terdekat sesuai koridor, melaksanakan pre-trip inspection atau pemeriksaan teknis harian sebelum beroperasi, dan menghubungkan titik awal koridor ke pusat-pusat intermoda transportasi seperti terminal stasiun dan kereta.

Di mana saja depo BRT akan dibangun?

Depo BRT ini tidak hanya dibangun di Terminal Cicaheum saja, tetapi juga di beberapa wilayah lainnya dengan kapasitas armada yang berbeda.

Berikut adalah lokasi depo BRT Bandung Raya yang disiapkan:

• Depo Cicaheum
Kapasitas: 57 parkir bus

• Depo Leuwipanjang
Kapasitas: 29 parkir bus

• Depo Cinunuk
Kapasitas: lebih dari 140 parkir bus (melayani rute dari/ke arah timur seperti Jatinangor, Tegalluar, dan Antapani)

• Depo Padalarang
Kapasitas: 35 parkir bus

• Depo Soreang
Kapasitas: 75 parkir bus

• Depo Majalaya
Kapasitas: 28 parkir bus

Target Penyelesaian Depo BRT Terminal Cicaheum

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum tersebut seharusnya dimulai pada April 2026, tetapi karena harus menunggu pencairan kompensasi bagi pedagang dan pembongkaran kios, maka proyek itu baru terlaksana pada Agustus 2026 ini.

“Jadi target selesainya kemungkinan bisa bergeser ke tahun depan. Sedikit lebih lama dari target awal,” ucap Rasdian.

Dengan dimulainya proyek depo BRT ini, sudah tidak ada aktivitas operasional di Terminal Cicaheum karena layanan bus sudah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, sedangkan untuk angkot hanya diperbolehkan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di area tersebut.

“Untuk angkot sudah kami komunikasikan, kita juga menampung aspirasi dari koperasi angkot dari Kopamas, Kobanter, dan Kobutri. Kita sudah berikan informasi kepada koperasi angkot bahwa nanti trayeknya tidak akan digeser ke Antapani, tetap di lokasi semula,” katanya.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah memberikan denah dan gambaran lokasi trayek kepada koperasi angkot, sehingga Rasdian memastikan proyek Depo BRT ini tidak mengganggu aktivitas pekerjaan mereka.