Dihantam Kemarau Panjang, Warga dan Pejabat Pangandaran Gelar Salat Istisqa

www.NarraetiveTimes.com.ǁJawa Barat,1 Oktober 2026-Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat, sejumlah warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menggelar salat Istisqa.

Salat Istisqa tersebut digelar di halaman Masjid Agung Al-Istiqomah Pangandaran, Kamis (1/10/2026) pagi.

Salat Istisqa atau salat meminta hujan itu menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan menjadi penolong bagi warga yang terdampak kekeringan.

Tidak hanya masyarakat, pelaksanaan salat istisqa juga diikuti sejumlah pejabat dan aparatur pemerintahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten Pangandaran.

Suasana khusyuk terlihat saat warga bersama-sama menunaikan salat dan memanjatkan doa.

Harapan yang disampaikan sederhana, yaitu agar hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau panjang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran, Subaryo, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa ini bentuk ikhtiar bersama agar masyarakat segera mendapatkan keberkahan hujan.

“Ini dalam rangka ikhtiar agar segera diberikan keberkahan hujan. Untuk itu kita bersama ikhwan-ikhwan yang ada di lingkungan Pangandaran,” ujar Subaryo kepada sejumlah wartawan usai salat Istisqa, Kamis pagi.

Menurutnya, doa bersama tersebut diharapkan dapat menjadi ikhtiar batin untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan.

“Semoga apa yang kita harapkan kepada Allah SWT bisa diberikan keberkahan hujan yang sekarang ini bisa menjadi penolong bagi masyarakat yang sekarang ini terdampak kekeringan,” ucapnya.

Ia mengatakan, kondisi kemarau tahun ini menjadi perhatian karena hujan yang biasanya mulai turun memasuki September atau Oktober belum juga datang secara merata.

“Dahulu biasanya ketika sudah memasuki bulan September, Oktober, itu biasa turun hujan. Nah, sekarang kita ikhtiar agar turun hujan dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” kata Subaryo.

Tentu, salat istisqa ini menjadi gambaran kondisi masyarakat Pangandaran yang mulai berhadapan dengan persoalan ketersediaan air. 

Kekeringan tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari warga, tapi berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.