Jalur Pantura Cirebon Babak Belur: Ban Truk Meletus Hingga Kendaraan Mogok Akibat Lubang Menganga

ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,11 Februari 2026-Jalur Pantura yang melintasi Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini kian memprihatinkan.

Cuaca ekstrem disertai curah hujan tinggi membuat infrastruktur jalan nasional tersebut babak belur.

Lubang-lubang aspal tampak menganga di hampir sepanjang ruas Pantura, memicu pecah ban hingga mogok pada kendaraan berat.

Pantauan Rabu (11/2/2026) pagi, kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik Pantura Kabupaten Cirebon.

Aspal berlubang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Mundu, Astanajapura, Pangenan, Gebang, Losari, hingga perbatasan Provinsi Jawa Tengah.

Di beberapa ruas, lubang jalan bahkan saling berdekatan satu sama lain.

Lebarnya mencapai lebih dari satu meter dengan kedalaman hampir 10 sentimeter.

Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terlebih saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat.

Tak sedikit kendaraan truk menjadi korban.

Salah satunya dialami Nyoman (35), pengemudi truk asal Gresik, yang terpaksa berhenti di Pantura Cirebon untuk memperbaiki ban kendaraannya yang pecah setelah menghantam lubang jalan.

“Saya dari Gresik mau ke Patrol lewat Pantura. Pantura tambah parah, apalagi dari Tuban. Pati juga parah, sampai sini Cirebon,” ujar Nyoman saat ditemui di lokasi, Rabu (11/2/2026).

“Jalan berlubang ini bisa akibatkan kecelakaan. Di sini ban saya sampai meletus, pecah. Lubangnya dalam sekali,” lanjutnya.

Nyoman mengungkapkan, benturan keras akibat lubang jalan tidak hanya merusak ban, tetapi juga berdampak pada komponen kendaraan lainnya.

“Sampai takon mesin, rasanya hampir putus. Masih banyak lubang lagi ke depan,” ucapnya.

Akibat kondisi jalan yang rusak, para pengemudi truk terpaksa menurunkan kecepatan.

Hal ini membuat waktu tempuh semakin lama dan mengganggu distribusi barang.

“Menghambat sekali. Kita nggak berani kencang, jadi makan waktu juga,” jelas dia.

Hal serupa dirasakan Adi (33), pengemudi truk lainnya. 

Ia mengaku kendaraannya sempat mogok saat melintasi jalur Pantura Cirebon.

“Kalau saya sih sampai mogok. Lewat Pantura harus pelan-pelan. Tadi juga begitu, ya lumayan makan waktu,” kata Adi.

Selain lubang aspal, di sepanjang Pantura Cirebon juga banyak ditemukan kubangan air yang berada tepat di sisi jalan. 

Kondisi ini semakin membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus berbagi ruang dengan kendaraan besar.

Pantauan di kawasan Gebang, tepatnya di sekitar Pasar Gebang, menunjukkan kerusakan infrastruktur jalan yang cukup signifikan.

Di bawah flyover, permukaan jalan tampak bergelombang, aspal mengelupas, serta dipenuhi lubang-lubang kecil hingga sedang.

Sejumlah kendaraan terlihat melambat, sementara pengendara motor berupaya menghindari bagian jalan yang paling rusak.

Para pengguna jalan pun berharap agar kerusakan di jalur Pantura Cirebon segera mendapat penanganan. 

Selain tidak nyaman untuk dilintasi, kondisi jalan berlubang dinilai sangat mengancam keselamatan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.(