Cirebon Timur di Ambang Otonomi, FCTM Mantapkan Strategi ke Pemerintah Pusat
ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,25 Oktober2025–Asa masyarakat di wilayah timur Kabupaten Cirebon untuk memiliki pemerintahan otonom sendiri kini kian terasa nyata dan mendekati kenyataan.
Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) menegaskan bahwa perjuangan panjang menuju terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur saat ini telah sampai di tahap akhir, hanya menunggu restu dari pemerintah pusat.
Ketua FCTM, K.H. Taufikurrahman Yasin, mengungkapkan bahwa perjalanan tiga tahun terakhir yang penuh perjuangan akhirnya menampakkan titik terang. Seluruh proses administratif di level kabupaten maupun provinsi telah diselesaikan dengan lancar tanpa kendala berarti.
“Progresnya sudah lumayan banyak, tinggal satu langkah lagi, yaitu persetujuan dari Kemendagri, DPR RI dan tentu saja Presiden.”
“Untuk tingkat kabupaten dan Provinsi Jawa Barat, sudah tidak ada masalah,” ujar Taufikurrahman, Sabtu (25/10/2025).
Ia menuturkan bahwa saat ini FCTM tengah memusatkan perhatian pada penguatan basis data serta peningkatan kapasitas wilayah agar Cirebon Timur bisa memperoleh posisi yang lebih baik dalam penilaian kelayakan daerah otonomi baru.
“Kami sedang bekerja memperbarui data supaya peringkat kami naik.”
“Dari ranking ke-6, bisa jadi ke-2 atau bahkan ke-1.”
“Kalau dibanding daerah lain, kami sebenarnya sudah lebih memenuhi syarat,” ucapnya.
Meski demikian, perjuangan tersebut belum berakhir. Taufikurrahman menilai langkah selanjutnya bergantung pada sejauh mana kemampuan mereka menjalin komunikasi politik dengan pemerintah pusat dan kalangan elit nasional.
“Upaya yang akan dilakukan adalah komunikasi politik, karena bisa saja ada pertimbangan lain.”
“Jadi kami berusaha agar Cirebon Timur diutamakan,” jelas dia.
Menurutnya, sejumlah tokoh mediator yang memiliki akses langsung ke pusat kekuasaan, termasuk para anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII (Cirebon–Kota Cirebon–Indramayu), kini turut andil dalam memperjuangkan cita-cita pemekaran tersebut.
“Mereka semua membantu kami agar bisa berkomunikasi dengan elit politik nasional.”
“Kami optimis, tidak ada yang tidak mungkin. Impossible is possible, begitu saja,” katanya.
Di sisi lain, Taufikurrahman juga menyinggung dinamika nasional yang tengah dihadapi pemerintah dalam menelaah berbagai usulan pembentukan daerah otonom baru di Indonesia. Melalui Forum Komunikasi Nasional (Forkonas), tercatat sekitar 350 calon DOB yang hingga kini masih menunggu lampu hijau dari pusat.
“Saya kira tidak realistis jika semuanya disetujui.”
“Pemerintah pasti akan membuat aturan baru untuk meminimalisir usulan daerah otonom baru.”
“Tapi kami berharap Cirebon Timur diprioritaskan, karena ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Taufikurrahman menegaskan, pesatnya pertumbuhan sektor ekonomi dan industri di kawasan timur Kabupaten Cirebon harus diimbangi dengan kewenangan otonom sendiri agar masyarakat setempat tidak tertinggal dan justru menjadi korban dari arus industrialisasi.
“Kalau era industrialisasi di Cirebon Timur ini tidak dikawal dengan otoritas sendiri, saya khawatir masyarakat justru akan jadi korban,” ucap Taufikurrahman.
Sebagai informasi, gagasan pemekaran Cirebon Timur sejatinya bukan hal baru. Selama lebih dari dua dekade, masyarakat di wilayah tersebut merasa kurang mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah.
Kondisi infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan sarana pendidikan, serta sulitnya akses terhadap layanan kesehatan menjadi pemicu lahirnya gerakan masyarakat yang menuntut keadilan pembangunan.
Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) kemudian berdiri sebagai wadah konsolidasi aspirasi warga, menggalang kekuatan untuk memperjuangkan harapan bersama.
Secara administratif, wilayah Cirebon Timur memiliki luas sekitar 446,57 kilometer persegi dan mencakup 16 kecamatan, yaitu Astanajapura, Babakan, Ciledug, Gebang, Greged, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Losari, Pabedilan, Pabuaran, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan Lebak, serta Waled.
Sementara untuk lokasi pusat pemerintahan calon daerah otonom baru tersebut, hingga kini masih dibahas dan dipertimbangkan. Dua kecamatan yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat calon ibu kota Cirebon Timur adalah Karangwareng dan Karangsembung.
