Dari Ratusan Sisa 20, Pengusaha Genteng Plered Berharap Realisasi Nyata Ide Gentengisasi Presiden

ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,6 Februari 2026-Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana gentengisasi nasional disambut penuh optimisme para pengusaha genteng tanah liat di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar di tengah keterpurukan industri genteng tradisional yang kian tergerus persaingan material atap modern, seperti baja ringan, genteng metal, dan beton.

Sejak beberapa tahun terakhir, industri genteng tanah liat di Plered mengalami penurunan drastis. Dari ratusan unit usaha yang pernah berjaya, kini hanya tersisa sekitar 20 industri yang masih bertahan berproduksi. 

Kondisi itu membuat para pengrajin berharap besar agar wacana gentengisasi benar-benar direalisasikan secara konkret hingga ke tingkat daerah.

Salah satu pengusaha genteng tanah liat Plered, Diki Zulkifli Permana, mengaku optimistis dengan pernyataan Presiden Prabowo. 

Dirinya berharap kebijakan tersebut tidak hanya berhenti sebagai wacana, namun ditindaklanjuti secara berjenjang oleh pemerintah pusat hingga daerah.

“Harapannya pernyataan Presiden soal gentengisasi ini benar-benar direalisasikan. Industri genteng tanah liat di sini sudah sangat terpuruk. Dari ratusan industri, sekarang hanya tinggal sekitar 20 yang masih bertahan,” ujar Diki , Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, genteng tanah liat kalah bersaing bukan dari sisi kualitas, melainkan tren dan persepsi pasar. Padahal, secara fungsi, genteng tanah liat memiliki keunggulan karena mampu menjaga suhu rumah tetap sejuk.

“Sekarang kalah sama baja ringan, genteng metal, dan beton. Padahal dari segi fungsi, genteng tanah liat itu adem dan dingin. Mudah-mudahan dengan pernyataan Presiden, kebijakan ini turun sampai gubernur, bupati, camat, hingga desa, supaya UMKM genteng bisa bangkit seperti dulu,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari UPTD Pengembangan Sentra Keramik Plered DKUPP Kabupaten Purwakarta. Kepala UPTD, Mumun Maemunah, menyatakan pihaknya sangat mendukung gagasan Presiden Prabowo terkait kebangkitan industri genteng tradisional melalui gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng.

“Kami sangat mendukung gagasan Pak Presiden. Ini bisa menjadi momentum kebangkitan industri genteng tradisional, khususnya genteng tanah liat di Plered Purwakarta,” kata Mumun.

Ia mengatakan, menurunnya minat pasar akibat persaingan dengan material atap modern membuat banyak pengrajin berhenti beraktivitas. Padahal, Kecamatan Plered, khususnya Desa Citeko, sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai sentra genteng tanah liat terbesar di Purwakarta.

“Jumlah pengrajin sangat menurun karena kalah bersaing dengan genteng baja dan metal. Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan dari Presiden, pengrajin yang sempat berhenti bisa kembali berproduksi dan memanfaatkan potensi desa,” ujarnya.

Diketahui, sejak puluhan tahun silam Kecamatan Plered tidak hanya dikenal sebagai sentra industri gerabah, tetapi juga sentra produksi genteng tanah liat yang hasilnya dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar provinsi. 

Para pelaku usaha berharap, kebijakan gentengisasi dapat mengembalikan kejayaan industri genteng tradisional sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat lokal.