ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,22 Februari 2026-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membocorkan (spill) rencana pembangunan jalan leucir tahun anggaran 2026.
Momen ini terungkap saat Dedi Mulyadi melakukan touring menelusuri jalan ke wilayah Selatan Jawa Barat dari Cianjur hingga Pangandaran, beberapa waktu lalu.
Lewat sebuah video unggahan terbarunya di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi membagikan video saat dirinya touring bersama beberapa kepala daerah, Bupati/Wali Kota dan beberapa jajaran pemerintahan di Jawa Barat.
Sembari istirahat setelah menyusuri jalan, Dedi Mulyadi memuji kini sebagian pembangunan jalan di Jawa Barat di bawah sudah mulus.
“Waduh jalannya keren banget ya,” ungkap Dedi Mulyadi takjub.
Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat itu juga mengungkap ciri khas jalan Jawa Barat ditandai garis jalan sisi kiri dan kanan berwarna kuning.
Selain itu, kata Dedi Mulyadi, garis kuning tersebut juga sebagai tanda yang membedakan dengan jalan Kabupaten sebelumnya dengan jalan provinsi Jawa Barat.
Di sela-sela waktu istirahatnya, Dedi Mulyadi berbicara dengan jajaran direksi pekerjaan umum (PU) soal pembangunan jalan Provinsi Jawa Barat.
Satu di antaranya terkait pembangunan jalan jalur selatan di mulai dari Sindang Barang hingga Cibeber, Cianjur.
Kepada Dedi Mulyadi, Dinas PU Jabar itu menjelaskan bahwa realisasi pembangunan jalan provinsi pada tahun 2025 berjarak 110 km.
Panjang jalan yang dibangun pada tahun 2025 tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 35 miliar.
Adapun untuk perbaikan jalan provinsi tahun 2026 ini menghabiskan Rp35 miliar.
“Tahun 2026 belum ada anggaran sih pak,” ujar salah satu Dinas PU tersebut.
Kemudian Dedi Mulyadi menanyakan berapa jarak jalan yang masih dalam kondisi rusak dan harus diperbaiki.
Direksi PU Jabar itu pun mengungkap kondisi jalan yang masih rusak sekira 16 km.
Ia memperkirakan anggaran yang diperlukan untuk perbaikan jalan dengan jarak tersebut sekira Rp30 miliar jika berkala sedangkan rekon Rp60 miliar.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan untuk melanjutkan perbaikan jalan yang tersisa masih rusak tersebut.
Dedi juga meminta agar Dinas PU Jabar itu juga memperhatikan drainase jalan.
Proyek Strategis Setahun Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya mengungkap respons soal hasil survei kinerjanya selama 1 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Mulanya, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi masyarakat Jawa Barat.
Dedi menilai bahwa angka hasil survei tersebut bukan angka keberhasilan pembangunan tapi angka kecintaan Warga Jawa Barat.
Dedi menyebut bahwa perjalanan pembangunan lah yang membuat Warga Jawa Barat itu puas.
Dedi Mulyadi mengungkap bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan Pemprov Jawa Barat yang belum bisa memuaskan seluruh masyarakat.
Dedi menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat bahwa tekanan fiskal menjadi kendala utama dalam menjalankan optimalisasi seluruh layanan.
Karena hal itu, kepuasan masyarakat belum seluruhnya terwujud dalam bentuk pelayanan yang nyata.
“Masih banyak Warga Jawa Barat yang hari ini akses jalannya masih jelek di ujung-ujung desa,” ujarnya.
Selain itu, Dedi mengatakan masih banyak masyarakat yang juga mendapatkan akses pelayanan pendidikan secara merata.
Lalu, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan secara terbuka.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengatakan masih banyak pengangguran di Jabar.
“Hal ini menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kita bersama,” ujarnya.
Kemudian Dedi mengajak Warga Jawa Barat untuk bersama-sama melakukan perbaikan, penataan Provinsi Jawa Barat.
Sektor yang Memuaskan Masyarakat
Dilansir dari Humas Jawa Barat, selama setahun memimpin, Gubernur yang akrab disapa KDM itu memiliki proyek strategis.
Berdasarkan hasil survei tersebut, disebutkan bahwa mayoritas responden menyatakan puas terhadap 3 sektor, di antaranya:
- Pembangunan infrastruktur yang paling terasa dampaknya
- Perbaikan jalan jadi perhatian utama
- Akses antarwilayah semakin naik
Program Jalan Leucir
Dalam setahun kinerjanya, Dedi Mulyadi menjalankan program Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi, fokus ruas rusak berat, standar ketabalan dan kualitas diperketat dan perbaiakan bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Proyek Strategis Jalan Leucir
- Fokus Terbesar: Pemeliharaan Rutin: Jalan 2.080,53 Km tertangani dengan realisasi anggaran Rp 229,98 miliar
- Rekonstruksi Jalan: 229,45 Km jalan selesai dengan realisasi anggaran Rp829,67 miliar
- Pemeliharaan Berkala: 179,557 Km jalan tertangani dengan realisasi anggaran Rp350,35 miliar
- Penggantian Jembatan: 13 unit jembatan selesai dengan realisasi Rp69,6 persen.
Bagi Dedi Mulyadi, infrastruktur bukan hanya soal jalan mulus tapi juga soal akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Program jalan leucir tersebut dianggap menjadi dampak paling nyata, di antaranya akses layanan bisa menjadi lebih cepat, distribusi logistik lebih lancarm UMKM lebih mudah kirim barang dan akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan lebih aman.
Daftar Jalan dan Jembatan Dibangun Dedi Mulyadi Sepanjang Tahun 2025
Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merealisasikan pembangunan atau perbaikan jalan dan jembatan di seluruh wilayah Jawa Barat sepanjang tahun 2025.
Pencapaian masif ini didorong oleh peningkatan partisipasi warga dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang kini menembus angka 12,5 juta wajib pajak aktif.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat mengungkapkan data pembangunan perbaikan jalan dan jembatan sepanjang tahun 2025 dari Januari hingga Desember.
Total ruas jalan Provinsi yang diperbaiki 418,707 Km dan ruas jalan non Provinsi 19,236 Km.
Adapun total panjang ruas jalan tersebut tersebar di 5 wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Selain jalan, Dedi Mulyadi juga melakukan pembangunan atau perbaikan jembatan sebanyak 11 di 6 wilayah UPTD tersebut.
Berikut ini Tribunjabar.id rangkum daftar wilayah di Jawa Barat yang mendapatkan pembangunan atau perbaikan jalan dan jembatan.
Wilayah UPTD I
Cianjur, Depok, Bekasi dan Bogor
- Jalan Provinsi 50,089 Km
- Jalan Non Provinsi 2,081 Km
- 1 Jembatan
Wilayah UPTD II
Sukabumi
- Jalan Provinsi 43,568 Km
- Jalan Non Provinsi –
- 3 Jembatan
Wilayah UPTD III
Bandung, Cimahi, Subang, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Karawang
- Jalan Provinsi 115,422 Km
- Jalan Non Provinsi 6,236 Km
- 1 Jembatan
Wilayah UPTD IV
Garut, Sumedang
- Jalan Provinsi 68,307 Km
- Jalan Non Provinsi 6 Km
- 2 Jembatan
Wilayah UPTD V
Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Pangandaran, Kuningan
- Jalan Provinsi 59,182 Km
- Jalan Non Provinsi 0,110 Km
- 3 Jembatan
Wilayah UPTD VI
Cirebon, Indramayu, Majalengka
1 Jembatan
Jalan Provinsi 82,144 Km
Jalan Non Provinsi 4,809 Km
