Musim Liburan, Aromanis Srikandi Oleh-oleh Manis dari Bandung Laku Keras
ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,3 Januari 2026-Momen liburan sekolah dan hari besar membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner tradisional.
Salah satunya dirasakan oleh Aromanis Srikandi, produk jajanan manis berbahan gula atau dikenal sebagai rambut nenek ini banyak diburu wisatawan di pusat oleh-oleh.
Tempat produksi Aromanis Srikandi terletak di Jalan Baladewa, Pajajaran, Kota Bandung.
Selama masa liburan, penjualan Aromanis Srikandi ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Lyra, Marketing Aromanis Srikandi, mengatakan lonjakan penjualan terjadi hampir setiap musim liburan.
“Kalau untuk penjualan di musim liburan seperti sekarang ini naik sekitar 25 persen dari biasanya,” ujar Lyra, Sabtu (3/1/2026).
Di momen liburan kali ini permintaan pun meningkat sehingga produksi pun turut ditingkatkan.
Namun, persiapan tidak dilakukan secara mendadak. Menurut Lyra, pihaknya sudah mulai menyiapkan kebutuhan produksi sejak satu bulan sebelum masa liburan tiba.
“Biasanya kita prepare satu bulan sebelumnya, jadi produksinya sudah disesuaikan,” katanya.
Aromanis Srikandi saat ini dipasarkan melalui dua jalur, yakni offline dan online.
Untuk penjualan offline, produk ini tersebar ke berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, dengan titik distribusi utama di sentra oleh-oleh.
Sementara untuk penjualan online, Aromanis Srikandi tersedia di sejumlah platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
Dari sisi volume, jumlah produksi yang dikirim ke luar daerah terbilang besar.
“Dalam satu jalur distribusi saja, pengiriman bisa mencapai lebih dari 2.500 kemasan per minggu. Dalam satu minggu kita bisa sampai enam jalur, karena memang ada dua armada khusus untuk pengiriman luar kota,” jelasnya.
Meski permintaan meningkat, tantangan tetap dirasakan, terutama dari sisi persaingan.
“Sekarang banyak produk kompetitor yang bermunculan, terutama sesama aromanis,” katanya.
Namun demikian, Aromanis Srikandi berupaya menjaga kepercayaan konsumen dengan konsistensi kualitas.
Menurut Lyra, kualitas produk dijaga sejak awal proses produksi dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Dari awal produksi memang sudah berdasarkan SOP. Jadi mau musim liburan atau hari biasa, kualitasnya harus tetap sama, bahannya harus bagus dan prosesnya dijalankan sesuai aturan,” tuturnya.
Untuk strategi kemasan dan promosi, Aromanis Srikandi tidak melakukan perubahan khusus selama musim liburan. Fokus utama justru pada pemenuhan stok.
“Kalau liburan ini nggak ada strategi khusus, karena menyiapkan barangnya saja sudah cukup menyita waktu. Biasanya kalau bukan musim liburan baru kita bisa menyiapkan kemasan baru,” katanya.
Aromanis Srikandi sendiri dijual dalam satu paket yang berisi delapan aromanis dan dibanderol dengan harga Rp10 ribu dari produsen.
