Pasar Murah Digelar Masyarakat Tionghoa Peduli di Kodim 0618/Kota Bandung, Tersedia 1.100 Paket

ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,25 Februari 2026-Pelataran Kodim 0618/Kota Bandung, Rabu (25/2/2026) pagi tak sekedar menjadi markas tentara yang kaku. Di bawah langit Bandung, suasana mencair dalam antrean yang tertib namun penuh harap. Di tangan warga asal Kiaracondong seperti Iyan, terselip secarik kupon seharga Rp 60 ribu.

Dia sudah bersiap sejak pukul 09.00 WIB. Informasi dari kelurahan tentang pasar murah adalah oase di tengah fluktuasi harga pangan yang sering mendaki di bulan suci.

“Tinggal tukar saja. Ada beras 5 kilogram, minyak 1 liter, sama mi instan,” ujar Iyan dengan gurat wajah lega. 

Baginya dan warga lain, selisih harga sekitar Rp 40 ribu dibandingkan harga pasar bukan sekadar angka, melainkan jadi bantuan besar untuk dapur mereka selama Ramadan.

Kegiatan ini buah kerja keras Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) bersama berbagai organisasi dan paguyuban Tionghoa di Bandung. Mereka kembali merajut tradisi tahunan, yakni bakti sosial pasar murah.

Koordinator MTP, Herman Widjaja mengatakan kegiatan pasar murah ini tujuannya sederhana, yaitu demi membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Hari ini hanyalah permulaan. Kodim 0618 menjadi titik perdana dari total 10 lokasi yang dibidik selama Ramadan tahun ini. Sebanyak 1.100 paket didistribusikan hari ini, dari total target 10.000 paket sembako untuk warga Bandung. Kami juga hadirkan layanan kesehatan gratis,” katanya.

Irdam III Siliwangi, Brigjen TNI Nurul Yakin memandang kerumunan itu dengan penuh apresiasi. Mewakili Pangdam III Siliwangi, dia melihat lebih dari sekedar transaksi jual-beli murah.

“Ini bukti keberagaman yang kita miliki menjadi potensi besar membangun bangsa yang lebih sejahtera dan harmonis,” ucapnya. 

Menurut Yakin, aksi nyata dari komunitas Tionghoa ini teladan bagi persatuan bangsa yang melampaui sekat-sekat etnis dan golongan.

Senada dengan Iyan, Sona, warga Kelurahan Ancol, tak henti mengucap syukur. Kupon yang dia dapatkan dari Babinsa setempat menjadi penyelamat kantongnya. Di pasar atau swalayan, paket serupa bisa menembus angka Rp 100 ribu. Di sini, dia cukup merogoh kocek Rp 60 ribu.

“Alhamdulillah, senang sekali. Semoga pasar murah ini terus ada selama Ramadan,” harap Sona sambil menjinjing belanjaannya.