ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,15 Maret 2026-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan siswa SMAN 5 Bandung.
Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026) malam.
Korbannya bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata yang meninggal dunia dengan dugaan korban pengeroyokan oleh siswa SMAN 2 Bandung.
Dedi Mulyadi menyampaikan bela sungkawanya terhadap korban yang meninggal dunia setelah melakukan buka puasa bersama tersebut.
Menurut Dedi Mulyadi, ada dua dugaan peristiwa yang terjadi. Pertama, yakni korban diduga menghindari pelemparan saat mengendari motor sehingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Kedua, Dedi Mulyadi juga mengetahui adanya dugaan pengeroyokan terhadap korban.
“Semoga peristiwa ini yang terakhir terjadi pada siswa-siswi di Jawa Barat,” ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari media sosialnya, Minggu (15/3/2026).
“Semoga Fadli diterima iman Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” sambungnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga berharap proses hukum kasus ini bisa berjalan secara objektif.
“Dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang dilakukannya,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga berharap kepada para orang tua untuk senantiasa memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Saya mengajak seluruh orang tua menjaga anak-anaknya untuk tidak keluar pada malam hari dan tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memiliki SIM,” tuturnya.
SMAN 5 Bandung Serahkan Kasus ke Polisi
Sebelumnya diberitakan, Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana menyerahkan kasus dugaan pengeroyokan yang membuat siswanya meninggal dunia.
Melalui surat edarannya, Agus menyatakan bahwa keluarga besar SMAN 5 Bandung berduka peristiwa yang menewaskan salah atau siswanya.
“Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Agus, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Terkait banyaknya informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai mengenai kronologi peristiwa tersebut, pihaknya meminta agar semuanya menahan diri dan bijak dalam menyaring informasi.
“Mohon untuk tidak menyebarkan spekulasi, asumsi, atau konten visual (foto/video) yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga besar almarhum,” katanya.
Secara tegas, Agus dan SMAN 5 Bandung menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
“Kami mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses penyidikan serta penyelidikan yang sedang berlangsung.”
“Mari kita berikan ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja secara profesional hingga fakta yang sebenarnya terungkap,” katanya.
Sekolah, kata dia, menyediakan layanan bimbingan konseling bagi rekan-rekan dekat almarhum atau siswa lain yang merasa terdampak secara emosional atas kejadian ini.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) VII Provinsi Jabar, Asep Yudi belum dapat memastikan kronologi penyebab meninggalnya siswa SMAN 5 Bandung, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026) malam.
Asep Yudi hanya memastikan bahwa kabar meninggalnya pelajar dari SMAN 5 Bandung telah meninggal dunia benar adanya.
“Berdasarkan informasi bahwa malam ada kejadian yang mengakibatkan meninggal, remaja, ternyata salah seorang siswa diduga anak SMAN 5, setelah dikonfirmasi benar,” ujar Asep, Sabtu (14/3/2026).
Terkait bagaimana kronologi penyebab meninggalnya pelajar tersebut, Asep belum mengetahui secara detail. Namun, informasi yang beredar, kedua sekolah ini terlibat bentrok.
“Cuman kaitan kronologi apakah itu tawuran, atau lain sebagainya itu masih didalami oleh pihak kepolisian,” katanya.
KCD VII Provinsi Jabar, kata dia, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelajar tersebut. Asep pun menegaskan, untuk penyebab pastinya saat ini masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Tapi intinya setalah kami mengkonfirmasi ke sekolah bahwa betul bahwa ada anak siswa SMAN 5 yang meninggal di daerah Cihampelas.”
“Cuman untuk pemicu dari faktor tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian,” ucapnya.
