Swasta Terus Menjembatani, Disdik Jabar Dorong Lulusan SMK Siap Bersaing di Pasar Kerja Global
www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,27 September 2025-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk siap bersaing di pasar kerja global.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jawa Barat, Edy Purwanto, meyakini, jika karakter dan pendidikannya kuat, maka lulusan SMK bisa bekerja di mana saja, karena memiliki kualitas dan daya saing.
Karenanya, menurut dia, pendidikan karakter Gapura Panca Waluya merupakan salah satu upaya untuk mengubah para siswa menjadi siap bekerja setelah tamat pendidikan di SMK.
“Kami mendorong inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar SMK mampu menyiapkan lulusan yang kompeten,” ujar Edy Purwanto saat ditemui usai Sosialisasi Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri bagi Lulusan SMK di Ballroom Metland Hotel Kertajati, Majalengka, Sabtu (27/9/2025).
Ia mengatakan, sekolah jangan hanya berpikir tentang keahlian hari ini, tetapi harus melihat kebutuhan lima tahun ke depan, misalnya, mulai menyiapkan program penguasaan bahasa asing dan skill lainnya.
Pihaknya juga turut mengapresiasi peran Metland College sebagai kolaborator yang memberi jembatan bagi para lulusan SMK di Jawa Barat untuk bisa bekerja di luar negeri.
“Pendidikan kejuruan bukan tentang masuk sekolah, tetapi soal bagaimana menyiapkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan,” kata Edy Purwanto.
Sementara Wakil Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Purwantono, berharap, sosialisasi kali ini dapat mendorong siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri seperti China dan Jepang.
Pasalnya, tantangan saat ini adalah siswa maupun lulusan SMK ke luar negeri hanya untuk magang, dan belum menjadi karyawan tetap, sehingga harus ada transformasi dari helper menjadi worker, serta worker menjadi karyawan.
“Selama ini ada beberapa kelemahan yang harus diatasi lulusam SMK agar mampu bersaing di pasar kerja global, di antaranya, kurangnya rasa percaya diri, lemahnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penguasaan bahasa Inggris,” ujar Purwantono.
Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdi Danar Prabawa, menyampaikan, pendidikan vokasi harus bisa menghasilkan lulusan berstandar tinggi, termasuk kemampuan berbahasa asing.
Saat ini, fokus utama pemerintah dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia (PMI) ialah memastikan pekerja tersebut kompeten dan menjamin perlindungannya saat bekerja di luar negeri.
Pihaknya juga bakal berkolaborasi dengan Kemendikdasmen RI, khususnya Direktorat Jenderal Vokasi untuk membuat ekosistem seputar informasi bekerja ke luar negeri bagi lulusan SMK.
“Melalui kolaborasi ini, siswa SMK akan mendapatkan informasi kerja ke luar negeri secara jelas melalui sistem informasi yang seragam, sehingga bisa dipersiapkan secara matang,” kata Abdi Danar Prabawa.
