www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,11 September 2025-Harapan warga untuk segera menikmati mulusnya Jalan Ciremai Raya, Kecamatan Harjamukti, perlahan mulai terwujud.
Saat ini, proyek betonisasi jalan yang digarap Pemerintah Kota Cirebon bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus menunjukkan progres.
Bahkan, bagian tengah jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.
Komisi II DPRD Kota Cirebon turun langsung meninjau pengerjaan jalan tersebut pada Rabu (10/9/2025).
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah atau Andru menyebut, bahwa pengerjaan berjalan baik dan sesuai dengan rencana awal.
“Proses betonisasi Jalan Ciremai Raya sudah berjalan dengan baik.”
“Bagian tengah jalan bahkan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dalam beberapa hari ke depan,” ujar Andru.
Meski demikian, Andru mengimbau agar kendaraan bermuatan berat tidak melintas di jalur yang belum sepenuhnya rampung, terutama di sisi kanan maupun kiri jalan.
“Hal ini untuk mencegah kerusakan dini akibat pengelupasan aspal,” ucapnya.
Menurutnya, proyek ini menjadi bukti komitmen Pemkot Cirebon di bawah kepemimpinan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Ke depan, kami juga akan terus memantau program infrastruktur lain, seperti perbaikan trotoar, drainase dan saluran air,” jelas dia.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon, Totong Rusmawan menambahkan, bahwa progres betonisasi kini telah mencapai sekitar 30 persen dan tengah memasuki minggu kedua pengerjaan.
“Saat ini kontraktor sedang mempersiapkan lapisan kedua. Target kami proyek ini rampung awal Desember 2025,” kata Totong.
Ia menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas agar aktivitas warga tetap berjalan meski proyek berlangsung.
“Kami sejak awal sudah memasang spanduk larangan kendaraan bermuatan berat, tetapi kenyataannya masih ada yang melanggar.”
“Padahal, jalan ini belum bisa sepenuhnya menahan beban berat,” ujarnya.
Sementara itu, Angga selaku kontraktor menjelaskan teknis pengerjaan dilakukan secara bertahap.
“Kami mulai dari lajur kiri. Besok kami mulai leveling, lalu Jumat malam lanjut ke lantai dasar.”
“Setelah itu, pengecoran beton mutu FS 45 dengan ketebalan 27 cm akan dilakukan,” ucap Angga.
Menurutnya, hasil pengecoran akan diuji setelah tujuh hari dan 14 hari sebelum dibuka untuk lalu lintas umum.
“Sekarang bagian tengah jalan sudah bisa dilalui motor dan mobil pribadi, tapi pembukaan penuh baru dilakukan setelah semua tahapan selesai dan diuji kelayakan,” jelas dia.
Dalam peninjauan, Andru didampingi anggota Komisi II DPRD lainnya, yakni Anton Octovianto, Tommy Sofiana, M Noupel, H Karso, dan Abdul Wahid Wadinih.
Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di Kota Cirebon agar berjalan tepat waktu dan memberi manfaat nyata.
Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo juga sempat meninjau proyek betonisasi ini.
Ia meminta warga bersabar karena aktivitas sedikit terganggu selama proses perbaikan berlangsung.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kota Cirebon, saya minta maaf dan mohon bersabar karena perjalanan atau aktivitas warga terganggu dengan adanya perbaikan jalan,” kata Edo.
Menurut Edo, Jalan Ciremai Raya merupakan jalur vital yang kerap menjadi langganan banjir. Karena itu, metode pengecoran dipilih agar hasilnya lebih tahan lama.
“Sebagus apa pun aspalnya, kalau air menggenang, pasti rusak. Maka satu-satunya cara adalah pengecoran,” ujarnya.
Selain betonisasi, pemerintah juga membenahi drainase di kawasan tersebut agar aliran air lebih lancar.
Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyebut pengerjaan jalan ini memiliki panjang 240 meter, mulai dari Jembatan Cikalong hingga Jembatan Cikenis, dan ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat bulan.
Warga pun menyambut baik proyek ini.
Heri (36), warga yang sehari-hari melintas, mengaku lega.
“Alhamdulillah sekarang mulai diperbaiki. Tiap hari lewat sini, tiap hari juga lihat pengendara hampir jatuh karena lubang,” ucap Heri.
Senada, Deri (30), warga Perumnas, berharap hasil betonisasi bisa lebih awet.
“Jalan ini akses penting, banyak toko, rumah penduduk, dan perumahan. Malu kalau dilihat orang luar. Mudah-mudahan setelah dicor, lebih awet,” jelas Deri.
Sejak menjabat Februari 2025, Edo menyebut sudah ada 15 titik jalan yang diperbaiki.
Ia optimistis, dalam tiga tahun ke depan seluruh jalan di Kota Cirebon bisa dalam kondisi baik bila didukung anggaran yang memadai.
Kini, masyarakat hanya bisa menunggu janji Pemkot benar-benar terealisasi.
alan Ciremai Raya yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan diharapkan segera mulus, aman dan nyaman untuk dilewati.
