ww.narrativetimes.com.ǁJawaBarat,25 Agustus 2026-Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membuat pemerintah mempercepat distribusi ratusan pompa air ke sejumlah wilayah.
Puluhan kelompok tani kini mulai mendapat bantuan pompa untuk menyelamatkan tanaman padi dari kekurangan pasokan air.
Kabid Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, Lilis Suryani, mengatakan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) sudah disalurkan secara bertahap.
Pada tahap awal, sebanyak 63 unit pompa berukuran 3 inci telah didistribusikan ke 22 kecamatan.
Pompa tersebut digunakan untuk membantu mengairi lahan pertanian dengan luasan sekitar 3 hingga 5 hektare.
“Besok dari Kementan akan ada 93 unit pompa berukuran 4 sampai 6 inci, khusus ke wilayah yang mengalami kekeringan di 11 kecamatan,” ujar Lilis, Selasa (25/8/2026).
Sebelumnya, sebanyak 14 unit pompa berukuran 4 dan 6 inci juga telah didrop ke sejumlah wilayah yang mengalami persoalan pengairan, seperti Pakisjaya, Cilamaya Wetan, dan Pedes.
Namun, bantuan pompa tidak bisa serta-merta ditempatkan di semua lahan yang mengalami kekeringan.
Menurut Lilis, keberadaan sumber air menjadi salah satu syarat penting agar pompa dapat berfungsi maksimal.
“Penempatannya kami lihat kondisi di lapangan, terutama sumber airnya. Jangan sampai pompanya ada, tetapi sumber airnya tidak ada,” katanya.
Upaya menyelamatkan lahan pertanian dari kekeringan juga dilakukan melalui pembangunan irigasi perpompaan atau irpom.
Lilis menyebut sebanyak 35 unit irpom telah tersedia di sejumlah titik rawan kekeringan. Dengan kapasitas sekitar 8 inci, satu unit irpom dapat membantu mengairi lahan seluas sekitar 20 hingga 30 hektare.
“Untuk irigasi perpompaan ada 35 unit. Irpom sudah bisa dipakai dan kebanyakan berada di titik-titik kekeringan dengan luasan 20 sampai 30 hektare,” ujarnya.
Tak hanya menambah pompa, pemerintah juga melakukan normalisasi jaringan irigasi tersier. Alat berat dikerahkan untuk mengeruk dan memperbaiki saluran yang mengalami pendangkalan maupun gangguan sehingga aliran air ke sawah bisa kembali lancar.
Normalisasi sebelumnya dilakukan di Pakisjaya dan kini berlanjut ke Cilamaya Wetan. Selanjutnya, pekerjaan tersebut akan diarahkan ke Cilamaya Kulon, Pedes dan wilayah lain yang membutuhkan.
Lilis mengatakan persoalan jaringan irigasi tersier di Karawang masih cukup banyak. Dari Kementan, Dinas Pertanian Karawang telah mengusulkan perbaikan di 15 titik, sementara melalui APBD Kabupaten Karawang terdapat sekitar 60 hingga 70 titik yang telah diusulkan untuk mendapatkan penanganan.
“Kalau ada kerusakan, pola penanganannya kami sesuaikan dengan kondisi saluran. Untuk normalisasi bisa menggunakan ekskavator,” katanya.
Dinas Pertanian Karawang juga terus berkoordinasi dengan Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS dan Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar persoalan kekeringan tidak hanya ditangani melalui bantuan pompa, tetapi juga melalui pembenahan sistem pengairan.
Lilis berharap seluruh upaya tersebut mampu menjaga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
“Kalau ada kekurangan, insyaallah kami ajukan lagi,” kata dia.
