ww.narrativetimes.com.ǁJawaBarat,27 Agustus 2026-Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal membongkar bangunan Teras Cihampelas mulai Oktober 2026.
Target tersebut disiapkan setelah aset Jalan Cihampelas resmi menjadi milik Pemprov Jabar. Saat ini, proses pembongkaran masih menunggu penyelesaian penilaian aset, review Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), hingga proses lelang.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Barat, Norman Nugraha mengatakan, setelah penilaian dan review DJKN rampung, pihaknya akan mengusulkan proses lelang kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Sekarang kita lagi proses penilaian dan proses review DJKN. Selesai ini kita usulkan ke KPKNL untuk disegerakan proses lelangnya,” ujar Norman, Kamis (27/8/2026).
Norman berharap, seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai target yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Jika tidak ada kendala, pembongkaran Teras Cihampelas dapat dimulai Oktober 2026.
“Mudah-mudahan memang sesuai apa yang disampaikan Pak Gubernur ya, waktunya kurang lebih satu bulan ini bisa sesuai dengan target. Jadi Oktober mudah-mudahan sudah bisa mulai pembongkaran,” katanya.
Dikatakan Norman, Pemprov Jabar belum dapat memastikan durasi pembongkaran. Perhitungan teknis baru akan dilakukan setelah proses administrasi dan lelang selesai.
“Nanti belum dihitung secara sedetail kaitan dengan waktu pembongkarannya,” katanya.
Prioritas saat ini, kata dia, fokus pada penyelesaian penilaian aset, review DJKN, dan lelang. Setelah seluruh tahapan itu rampung, proses akan dilanjutkan dengan pekerjaan fisik.
“Tapi yang jelas kan target kita yang pertama penilaiannya dulu, setelah itu review DJKN dan lelangnya dulu lah, yang penting kan itu dulu prosesnya. Setelah itu baru bergeser ke pembongkaran,” ucapnya.
Pembongkaran nantinya berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Jalan Cihampelas. Pemprov Jabar, kata dia, masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk menentukan skema pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
“Ya, mungkin nanti kita koordinasikan lebih lanjut dengan semua stakeholder terkait,” katanya.
