Perkuat Keamanan Pangan Program MBG, STFI Bandung Dampingi Tenaga Dapur SPPG Karangmangu Kuningan

www.NarraetiveTimes.com.ǁJawa Barat,26 September 2026-Puluhan tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendapat pelatihan sanitasi dapur dan deteksi cemaran mikrobiologi dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 September 2026, ini diikuti 20 tenaga kerja SPPG Karangmangu. Program bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Sanitasi Dapur serta Deteksi Cemaran pada Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG)” ini didanai hibah BIMA dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemdiktisaintek RI.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan keamanan pangan pada penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan sistem sanitasi dan deteksi cemaran mikrobiologi berbasis bioteknologi terapan pada proses produksi pangan di dapur SPPG.

Ketua Tim PkM STFI, Umi Baroroh, S.Si., M.Biotek., mengatakan program MBG menyasar penerima manfaat dalam jumlah besar setiap hari, sehingga kebersihan dan keamanan pangan di dapur penyelenggara menjadi faktor penentu keberhasilan program.

“Kami ingin memastikan seluruh tenaga kerja di SPPG memahami dan menerapkan standar higienitas serta sanitasi dengan benar, mulai dari penanganan bahan baku hingga penyajian, agar makanan yang disalurkan kepada anak-anak dan masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ujar Umi, Jumat (25/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali kunjungan koordinasi tim PkM STFI ke pengelola SPPG Karangmangu, sekaligus penyerahan cenderamata sebagai bentuk sinergi kelembagaan antara STFI dan SPPG.

Dua materi utama disampaikan selama pelatihan. Materi pertama soal higienitas dan sanitasi, mencakup Standar Operasional Prosedur (SOP) bahan baku, dapur, peralatan, dan tenaga kerja. Materi kedua berfokus pada uji mikrobiologi untuk mendeteksi cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli).

Hasil pengujian terhadap sampel air yang digunakan di SPPG Karangmangu menunjukkan tidak ditemukan indikasi cemaran E. coli, bukti bahwa air yang dipakai dalam proses pengolahan makanan di dapur tersebut sudah memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.

Selain pemaparan materi, tim juga memberikan pendampingan langsung praktik sanitasi kepada tenaga kerja, serta mendemonstrasikan prosedur pengujian sederhana untuk mendeteksi cemaran mikrobiologi di dapur. Relawan SPPG Karangmangu, Bambang, menyambut baik pelatihan tersebut.

“Prinsipnya sangat bermanfaat bagi kami relawan, menambah pengetahuan dan lebih memantapkan apa yang telah kami terima sebelumnya di pelatihan dari dinas kabupaten,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen STFI, yaitu apt. Khairunnisa Sy, M.S.Farm.; Sarah Fitri Soerya, M.T.P.; Puji Kusumastuti, S.T., M.T.P.; dan Fauzian Giansyah R., S.Si., M.Biotek., serta dua mahasiswa, Nazhiifa Mughnie Priatna dan Naufal Zaki Arsalan.

Tim PkM STFI berharap kegiatan ini menjadi wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong tenaga kerja SPPG Karangmangu konsisten menerapkan standar sanitasi dapur agar program MBG berjalan aman dan berkelanjutan.