www.hukumnasional.com.ǁJawa Barat,23 September 2026-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta bupati dan wali kota mengadopsi konsep live bursa kerja di media sosial untuk membuka akses informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat di daerah masing-masing.
Dikatakan Dedi, program live bursa kerja yang telah dimulai Pemprov Jabar di Bekasi dan Depok, tidak boleh berhenti karena tidak ada Gubernur.
Kepala daerah kabupaten dan kota, diminta menindaklanjuti pola tersebut dengan menggandeng perusahaan di wilayahnya.
“Jalan terus, hari ini di Depok (terkait bursa kerja). Saya itu kan sebenarnya Gubernur tuh memulai. Kan nggak mungkin Gubernur terus. Nah, setelah itu Bupati dan Wali Kotanya mengadopsi konsep ini segera laksanakan agar perusahaan-perusahaan ini terbuka kesempatan kerjanya,” ujar Dedi, dikutip Rabu (23/9/2026).
Dedi mengatakan, dirinya hanya ingin menjadi pemicu agar pemerintah daerah berani memperluas akses informasi pekerjaan. Setelah konsep tersebut berjalan di tingkat provinsi, pelaksanaannya harus diteruskan oleh bupati dan wali kota.
“Saya ini sebenarnya hanya trigger saja. Nanti misalnya Kabupaten Bekasi, dia berkomitmen tiap hari Jumat live bursa kerja, Bupatinya langsung. Dan kemudian dia mendorong industri untuk terbuka. Jangan sampai dari 9.000 industri di Bekasi hanya 15 yang mengumumkan kesempatan kerja,” ucapnya.
Dedi menilai, keterbukaan informasi lowongan kerja dapat memperbesar peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan. Dedi mencontohkan, jika 15 perusahaan saja telah membuka sekitar 300 lowongan, jumlah tersebut berpotensi meningkat signifikan apabila lebih banyak perusahaan melakukan hal serupa.
“15 yang mengumumkan kesempatan kerja kan lumayan sudah ada 300 lowongan kerja. Kalau 9.000 ngumumin, itu bisa 30.000 itu,” katanya.
Dedi menegaskan bupati dan wali kota harus mengambil peran langsung dalam membuka akses pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, kepala daerah kabupaten dan kota merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kondisi industri di wilayahnya.
“Tapi harus Bupati/Wali Kota mau mengikuti. Harus! Kan sebenarnya kan yang bertanggung jawab langsung terhadap ketersediaan lapangan kerja yang langsung bersentuhan tuh Bupati/Wali Kota,” katanya.
Dedi pun mendorong kepala daerah di Jabar lebih kreatif dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Pemerintah daerah pun, tidak harus selalu membuat program baru jika sudah ada pola yang terbukti dapat diterapkan.
“Makanya kita hari ini mendorong agar para Bupati/Wali Kota kreatif. Dan cara kreatifnya sudah, program yang sudah efektif bisa dilaksanakan oleh Bupati/Wali Kota tinggal dilaksanakan,” ucapnya.
