Jaringan Internet Mati, Ribuan Pelanggan Terdampak Pemotongan Kabel di Jalan Lembong Bandung

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,4 Juni 2026-Pemotongan kabel udara di Jalan Lembong, Kota Bandung yang dilakukan Pemkot Bandung berdampak pada ribuan pelanggan layanan internet dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi operator.

Berdasarkan pantauan , Kamis (4/6/2026) sejumlah petugas tampak menggunting beberapa kabel telekomunikasi itu, kemudian kabel tersebut langsung diturunkan. Langkah ini dilakukan karena Pemkot Bandung melakukan migrasi jaringan ke bawah tanah.

Direktur PT Centrin Online Prima, Sony Sunjaya mengatakan, akibat pemotongan kabel udara tersebut sebanyak 3 ribu pelanggan dari satu provider telekomunikasi terdampak karena jaringan internetnya mati.

“Dampaknya 3 ribu pelanggan saya mati ya. Itu baru satu provider saja, belum provider yang lain, ini ada puluhan provider di sini, yang saya tahu provider lain pun juga belum pada selesai,” ujarnya saat ditemui di Jalan Lembong, Kamis (4/6/2026).

Terkait pemotongan kabel udara ini, kata Sony, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Bandung. Tetapi hingga saat ini belum ada feedback meskipun sudah ada rekomendasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Rekomendasi dari Komdigi kemarin ini (pemotongan kabel) cacat. Jadi harusnya penurunan kabel dihentikan dulu, sampai spek teknisnya juga beres, selesai. Sudah keluar rekomendasi, harusnya ini semua di-stop dulu. tapi entah kenapa ini terus lanjut saja,” kata Sony.

Selain di Jalan Lembong, kata dia, pemotongan kabel di Jalam Merdeka juga telah menyebabkan sekitar 1.570 pelanggan kehilangan layanan internet. Gangguan tersebut, tidak hanya dirasakan oleh pelanggan rumah tangga, tetapi layanan publik dan pelanggan korporasi.

“Mungkin beberapa kalien juga tahu. Harusnya dilihat lah ini bagimana , jangan diteruskan dilihat dampaknya gitu,” ucapnya.

Selain gangguan layanan, kata dia, perusahaannya itu berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut belum termasuk potensi kehilangan pelanggan yang dapat terjadi jika gangguan berlangsung dalam waktu lama.

Di sisi lain, Sony pun menegaskan operator mendukung program pemerintah untuk merapikan jaringan utilitas dan memindahkan kabel ke bawah tanah. Namun, ia menilai kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan masih jauh dari memadai.

“Dari sisi infrastrukturnya, itu banyak kendala. Contoh kemarin kita memasukkan kabel tapi banyak air, susah. Lalu ada lagi yang subductnya blocking, jadi saat kita masukin kabel itu blocking, masih banyak terjadi seperti itu,” ujar Sony.

Atas hal tersebut, kata dia, target penyelesaian migrasi seluruh jaringan dalam waktu singkat sulit direalisasikan mengingat banyaknya ruas jalan yang harus ditangani. Ia memperkirakan proses migrasi secara menyeluruh dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 36 bulan.

“Kita operator bukan tidak mau turunin kabel, kita mendukung program pemerintah. Cuma masalahnya nggak bisa kalau semua ruas selesai dalam waktu 1 bulan, itu nggak mungkin. Paling 1 tahun untuk 37 ruas,” katanya.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana mengatakan, pemotongan kabel udara di Jalan Lembong tersebut sudah sesuai jadwal dan arahan Wali Kota Bandung.

“Jadi ada SP (surat perintah) dari Pak Wali. Nah hari ini jadwalnya jalur Lembong kita lakukan pengendalian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sudah diberitakan kepada operator dan yang sudah melakukan penarikan di bawah untuk menarik ke dalam,” ucap Indra.

Dia mengatakan, bagi pelanggan yang terdampak tidak akan berlangsung lama karena pihaknya membantu untuk melakukan pemulihan jaringan internet yang sempat terganggu dari penataan kabel udara sepanjang 1 kilometer tersebut.

“Bagi yang terkena dampak, malam bisa disambungkan lagi. Tapi mungkin recovery pasti membutuhkan waktu, nanti dari penyelenggara IPT dan PT BII nanti dibantu untuk membuka main hall, mudah-mudahan recovery itu cepat supaya tidak mengganggu layanan,” katanya.