www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,10 Juni 2026-Naiknya harga Pertamax hingga tembus Rp16.250 per liter membuat antrean Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandung tampak mengular.
Namun ada yang kontras dengan kondisi tersebut. SPBU milik swasta, BP Ultimate yang berada di kawasan Jalan Buahbatu, Kota Bandung nampak lenggang pada Rabu (10/6/2026).
Dari kejauhan papan informasi harga bahan bakar minyak hanya menampilkan BP Ultimate Diesel yang dibanderol 25.600 per liter.
Diketahui, SPBU ini juga menawarkan BP 92 (sejenis Pertamax) dan BP Ultimate (setara Pertamax Green 95).
Di SPBU ini tidak ada padatnya kendaraan. Informasi bensin tidak tersedia membentang diantara tempat pengisian bensin. “Maaf, saat ini BBM dalam proses pengantaran”. turut disampaikan.
Kondisi tersebut serupa di kawasan SPBU Jalan Derwati, Kota Bandung. Hanya ada pembatas kerucut lalu lintas (traffic cone) berwarna oranye yang tertata di bagian depan. Tidak ada petugas yang bersiaga.
Menurut salah seorang petugas, Andi (bukan nama sebenarnya). Pihaknya tengah menunggu pengiriman BBM dari Pertamina. Semua jenis bahan bakar dipastikan kosong dan tak tahu persis kapan mendapat kiriman kembali.
Di kawasan tersebut nampak Bima kembali membelokan kendaraan roda dua ke jalan Raya.
Menurutnya, sudah beberapa hari SPBU tersebut tak melayani pengisian BBM.
“Sudah ada tiga atau lima hari gitu, ya. Engga buka. Memang yang paling dekat SPBU ke sini,” katanya.
Sebagai alternatif, dia memilih untuk mengisi kendaraan di SPBU jalan Raya seperti Jalan Soekarno-Hatta.
“Paling ke By pass. Itu alternatifnya atau di dekat Ciwastra juga ada,” ucapnya.
Pria berusia 27 tahun ini mengaku kaget begitu bangun dari tidur pagi ini. Informasi kenaikan harga BBM menjamur di sosial media.
“Tahunya di sosial media. Bangun tidur, kaget Pertamax langsung naik Rp16 ribu lebih. Langsung ga mood ngapa-ngapain sebetulnya. Tapi ya, gimana situasi geopolitik memang lagi enggak bagus,” ujarnya.
Biasanya dia mengisi BBM tiga kali sehari, dengan pengeluaran Rp40 ribu.
“Motornya, kan engga dipake sama satu orang. Di rumah juga pada pake motor buat mobilitas. Memang sudah lama tidak pake Pertalite menghindari antrean. Dulu alternatifnya buat ngindarin antrean isinya saat malam hari.”
“Sekarang paling kalau lagi buru-buru pakai Pertamax. Engga sesering dulu, sudah mahal, sedangkan gaji enggak pernah naik. Jadi pengeluaran semakin membengkak, pendapat stagnan,” jelasnya.
