www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,18 Agustus 2026-Sebuah truk bermuatan minuman kemasan meledak dan terbakar di wilayah Beber, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/8/2026).
Truk yang dikemudikan Asep (34) bernomor polisi B 9043 CNK diketahui membawa sekitar 22 ton minuman kemasan.
Menurut Asep, truk yang dibawanya dari Tangerang menuju Kuningan semula tercium bau kabel terbakar sebelum meledak.
Asep lantas menepi di Jalan Raya Cirebon-Kuningan sekitar pukul 09.03.
Belum sempat mengetahui sumber masalah, api tiba-tiba menyembur dari bagian bawah mesin.
“Pas saya sudah di kiri ini, api langsung menyembur,” ujar Asep saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (18/8/2026).
Asep mengatakan, api muncul dari bagian bawah mesin kendaraan. Saat itu, dia langsung keluar dari kabin.
Namun, karena kobaran api masih terlihat kecil, Asep nekat kembali masuk ke dalam truk untuk mengambil barang-barang miliknya.
“Saya langsung keluar, tapi api sudah naik. Saya masuk lagi mengambil barang-barang saya,” ucapnya.
Tak berselang lama, situasi berubah drastis. Asep menyebut terdengar ledakan dari bagian bawah kabin.
“Iya, masih kecil. Turun lagi, tidak lama itu meledak,” jelas dia.
Menurut Asep, ledakan hanya terjadi satu kali. Namun setelah ledakan itu, api langsung membesar dan membuat suasana di sekitar lokasi panik.
“Ada ledakan di bawah ini, kabin,” katanya.
Asep mengaku sangat panik saat melihat api semakin membesar. Terlebih, truk tersebut membawa muatan dalam jumlah besar yang merupakan barang milik perusahaan.
Muatan teh gelas yang dibawanya diperkirakan mencapai 20 hingga 22 ton dengan nilai lebih dari Rp30 juta.
“Paniknya kan kita memikirkan ini, barang bos kan, barang orang. Pertama posisi di jalan, takut menyembur ke orang lain juga,” ujarnya.
Kekhawatiran Asep semakin besar karena posisi truk berada di pinggir jalan yang ramai dilalui kendaraan.
Di atas lokasi kejadian juga terdapat jaringan kabel.
“Apalagi di atas ada kabel, takut merepotkan warga juga kan. Kalau dibilang panik, tidak bisa digambarkan, Pak. Panik banget,” ucap Asep.
Beruntung, Asep menjadi satu-satunya orang yang berada di dalam truk sehingga berhasil menyelamatkan diri.
“Cuma satu,” jawab Asep ketika ditanya mengenai jumlah orang di dalam truk.
