www.hukumnasional.com.ǁJawa Barat,9 September 2026-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewanti-wanti dampak masifnya penebangan kayu di wilayah Garut Selatan, Jawa Barat.
Pembukaan lahan yang membuat kawasan semakin terbuka dan kering, kata Dedi, dapat meningkatkan risiko bencana saat musim hujan.
“Sepanjang jalan saya melihat penebangan kayu sangat masif di wilayah Garut Selatan. Beberapa daerah itu sudah sangat terbuka tanahnya dan kering,” ujar Dedi Mulyadi, Rabu (9/9/2026).
Dedi pun meminta pemerintah bersama masyarakat memperkuat reboisasi untuk mengembalikan tutupan lahan, sekaligus mengantisipasi potensi longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Dedi juga menyoroti aktivitas pengangkutan kayu di wilayah Garut Selatan. Ia menemukan kendaraan pengangkut kayu dengan tonase besar melintas di kawasan tersebut.
“Tonase mobil pengangkut kayunya sangat luar biasa. Bebannya sampai saya lihat ada yang 20 ton, ada yang 30 ton. Tentunya ini akan menjadi cepat rusaknya jalan dan jembatan,” ucapnya.
Menurut Dedi, persoalan kerusakan tutupan lahan juga terjadi di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pembabatan kebun teh secara masif membuat sejumlah kawasan terbuka, sehingga berpotensi meningkatkan limpasan air ketika hujan deras.
Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak hingga ke wilayah Bandung Selatan. Air dari kawasan Pangalengan berpotensi mengalir ke sungai-sungai dan membawa material yang kemudian meningkatkan sedimentasi di Sungai Citarum.
“Ini juga akan menjadi potensi bencana di saat musim hujan nanti di wilayah Bandung Selatan, termasuk banjir karena nanti gerusan air dari Pangalengan bisa mengalir ke sungai-sungai dan kemudian terjadi sedimentasi yang sangat tinggi di Citarum,” katanya.
