www.hukumnasional.com.ǁJawa Barat,20 September 2026-Awan kelabu menggantung di langit Sukabumi, Minggu (20/9/2026) siang. Matahari yang sejak pagi terasa terik perlahan tertutup awan tebal.
Suasana di sejumlah permukiman pun berubah lebih teduh, sementara angin mulai berembus membawa udara yang lebih sejuk.
Di tengah suasana tersebut, warga justru menaruh harapan besar. Mereka berharap mendung kali ini bukan sekadar lewat, tetapi benar-benar membawa hujan.
Harapan itu muncul karena kemarau yang berlangsung cukup lama mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Kondisi tersebut membuat warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Warga Sukaraja, Marna (40), mengatakan debit air sumur bor di rumahnya semakin menurun seiring berlangsungnya kemarau.
“Biasanya masih ada air, tetapi sekarang sudah semakin berkurang. Bahkan sekarang sudah tidak keluar. Makanya kalau lihat langit mendung seperti ini, berharap sekali hujan turun,” ujarnya.
Menurut Marna, hujan sangat dinantikan karena bukan hanya dapat membuat udara menjadi lebih sejuk, tetapi juga diharapkan membantu mengembalikan sumber air yang mulai mengering.
“Semoga hujan segera turun dan sumber air kembali ada. Kalau hanya mendung lalu tidak hujan, kami tetap kesulitan mendapatkan air,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Irfan (37). Ia mengaku kondisi sumur bor di rumahnya juga mulai mengalami penurunan debit.
“Sudah beberapa waktu ini air sumur bor di rumah mulai berkurang. Sekarang debitnya semakin kecil, bahkan beberapa kali tidak keluar sama sekali. Kondisi seperti ini cukup menyulitkan karena air sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Irfan.
Irfan pun berharap awan gelap yang terlihat di langit Sukabumi benar-benar membawa hujan.
“Makanya ketika melihat langit mulai mendung, kami berharap hujan benar-benar turun. Semoga hujannya cukup deras dan merata supaya tanah kembali basah dan sumber air di dalam tanah bisa terisi lagi,” ujarnya.
“Jangan sampai hanya mendung, tetapi hujan tidak turun,” lanjutnya.
Selain berkurangnya ketersediaan air bersih, kondisi kemarau juga mulai terlihat dari lingkungan sekitar. Tanah menjadi lebih kering, tanaman membutuhkan pasokan air lebih banyak, dan debu lebih mudah beterbangan ketika kendaraan melintas.
Bagi warga yang selama ini mengandalkan sumur bor, hujan menjadi sesuatu yang sangat dinantikan.
Mereka berharap hujan turun dengan intensitas yang cukup dan merata sehingga dapat membantu mengembalikan kelembapan tanah serta mengisi kembali sumber air tanah.
“Semoga hujan hari ini membawa berkah bagi kami. Amin,” harapnya.
Potensi Hujan Intensitas Sedang Hingga Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah Sukabumi untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca pada Minggu (20/9/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut dapat terjadi secara lokal dan disertai perubahan cuaca yang berlangsung cukup cepat.
Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat.
