Live Update Insiden Kapal Virgo Transport 8: 11 Warga Garut Masih dalam Pencarian SAR

www.hukumnasional.com.ǁJawa Barat,15 September 2026-Hingga Selasa (15/9/2026) pukul 10.45 WIB, sebanyak 11 warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih dalam pencarian.

Mereka adalah sebagian dari ratusan penumpang korban tragedi Kapal Virgo Transport 8. Diketahui, kapal ini mengalami kecelakaan saat berlayar menempuh rute Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026).

Keluarga korban masih berkumpul dan menunggu kabar terbaru di Posko Informasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di halaman Masjid Al Hasbi, Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

“11 warga kami masih dalam pencarian. Belum ada kabar terbaru yang kami terima dari posko SAR di Banjarmasin dan Surabaya,” kata Camat Karangpawitan, Anas Aolia Malik, saat ditemui di posko.

Total warga desa yang menjadi korban sebanyak 23 orang. Sebanyak 11 orang sudah ditemukan, dan sebanyak 12 orang masih dalam pencarian.

“Kabar terbaru dari 11 orang yang sudah ditemukan, informasi mengenai dua orang yang meninggal masih belum valid. Jadi belum bisa dipastikan apakah ada korban yang meninggal atau tidak,” kata Camat. 

Dedi Mulyadi Siapkan Santunan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut untuk menyiapkan santunan bagi keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Dedi Mulyadi mengatakan, Pemprov Jabar juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Garut dalam menangani para korban, baik yang selamat, masih dalam pencarian, maupun yang meninggal dunia.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus melakukan koordinasi dengan jajaran Pemda Kabupaten Garut dalam upaya melakukan evaluasi, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal,” ujar Dedi dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Dedi menyebut, berdasarkan data sementara Pemkab Garut, terdapat 23 warga Garut yang menjadi korban. Mayoritas merupakan warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan.

Dari 23 warga tersebut, sebanyak 11 orang dilaporkan selamat, 11 orang masih dalam pencarian, dan satu orang meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Enjang. Sementara 11 korban selamat yakni Rehan, Amo, Willy, Ehab, Akmal, M. Iwan, Erik, Iki, M. Agus, Fauzan, dan Fathir.

Adapun 11 warga yang masih dalam pencarian yakni Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Agil, Rio, Hakim, Salbi, Aep, dan Ikhsan.

Pemkab Garut masih melakukan verifikasi data dan identitas korban serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk proses pencarian dan pemulangan korban.

Dedi pun menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah tenggelamnya kapal tersebut. Dedi memastikan pemerintah akan ikut mengawal proses penanganan warga Jabar yang terdampak musibah.

“Semoga kita semua dijauhkan dari bencana dan semoga kita semua senantiasa waspada dalam setiap waktu,” katanya.

Update Terkini Evakuasi KM Virgo Transport 8

Dilansir Tribunnews.com, operasi pencarian serta evakuasi para penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami musibah terbalik di perairan Laut Jawa terus dipacu hingga Selasa, 15 September 2026.

Kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut awalnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat berlayar menempuh rute Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026.

Perkembangan terkini menunjukkan letak bangkai kapal yang karam terdeteksi mengalami pergeseran sejauh kurang lebih 3 nautical mile atau mil laut dari titik lokasi awal.

Dinamika perpindahan posisi armada tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran tim SAR gabungan. Hal itu mengingat konstruksi fisik kapal masih dalam posisi terbalik serta diduga terus bergerak terdorong kuatnya arus laut.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menerangkan bahwasanya pembaruan data posisi itu didapatkan dari hasil pengamatan matra udara.

“Ditemukan kapal KM Virgo posisinya tenggelam dan bergeser 3 nautical mile dari titik awal informasi diterima,” kata Hilman di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Senin, 14 September 2026.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya sempat mengemukakan bahwa pergerakan posisi kapal terdeteksi bergeser sejauh 1,6 mil laut mengarah ke sisi barat.

Hingga Senin malam, sebanyak 114 jiwa dari total keseluruhan 243 orang yang terdaftar dalam manifes Persons on Board (POB) berhasil ditemukan. Merujuk pada kalkulasi data tersebut, sebanyak 129 orang korban hingga saat ini masih dalam status pencarian.

Tim SAR menyiagakan kekuatan ekstra guna menyisir area perairan dengan mengerahkan kombinasi unsur laut, pengawasan udara, serta pelibatan penyelam spesialis. Penelusuran di kedalaman laut menerjunkan berbagai unit teknis, di antaranya personel KRI Kanopus, Basarnas Special Group (BSG), Kopaska TNI AL, beserta tim penyelam gabungan.

Lini TNI AU turut menyiagakan unit pesawat intai demi memantau cakupan wilayah penyisiran dari angkasa.