Polisi Ungkap Identitas Mayat Pria Penuh Luka di Kebun Subang: Konsultan Konstruksi Asal Sulsel
ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,5Januari 2026-Misteri identitas mayat pria penuh luka yang ditemukan di area perkebunan Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya terpecahkan.
Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan, memastikan korban merupakan warga negara Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan dan berdomisili di Klaten, Jawa Tengah, sekaligus menepis dugaan awal bahwa korban merupakan warga negara asing.
“Setelah dilakukan penyelidikan lanjutan, alhamdulillah identitas korban sudah kami ketahui. Korban adalah warga negara Indonesia, berasal dari Kecamatan Mamajang, Provinsi Sulawesi Selatan, dan berdomisili di Klaten,” ujar Kompol Kustiawan kepada wartawan di Mapolsek Cipendeuy, Kabupaten Subang, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, korban diketahui berprofesi sebagai konsultan konstruksi berinisial HR (66) yang bekerja di kawasan industri Surya Cipta, wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
“Berdasarkan data yang kami peroleh, korban bekerja sebagai konsultan konstruksi di kawasan Surya Cipta. Jadi kami tegaskan korban bukan warga negara asing,” katanya.
Terkait dugaan korban merupakan keturunan asing, Kompol Kustiawan menyebut pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.
“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apakah korban keturunan atau bukan. Yang jelas statusnya adalah WNI,” ucapnya.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan ini masih terus dilakukan. Polisi tengah memburu pelaku yang diduga bertanggung jawab atas tewasnya korban.
“Untuk perkembangan kasus, kami dari Polsek bersama tim gabungan termasuk Unit Reserse dan Inafis terus melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku,” ucapnya.
Sebelumnya, sesosok mayat pria ditemukan warga pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di semak-semak perkebunan wilayah Munjul, RT 14 RW 06, Desa Wantilan. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan banyak luka sayatan di wajah yang diduga akibat senjata tajam.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Subang dan selanjutnya dibawa ke RS Indramayu untuk menjalani proses otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
