Detik-detik Agus Lompat ke Sungai Cibanjaran Bandung, Sudah Pegang Tangan Ginasya Tapi Terbawa Arus

ww.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,16 April 2026-Aksi heroik Agus Sutisna (50) yang nekat melompat ke Sungai Cibanjaran demi menyelamatkan seorang remaja, Ginasya Lintang Sari (18), ternyata sempat dicegah.

Agus merupakan salah satu dari lima orang yang berusaha menyelamatkan Ginasya saat jatuh dan terbawa arus sungai di Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Namun sayangnya, upaya penyelamatan Agus pada Rabu (15/4/2026) kemarin, malah berakhir tragis. Dirinya bersama remaja yang ingin diselamat malah terseret dan akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

Aksi heroik Agus tersebut, dilihat jelas oleh Kepala SMAN 1 Banjaran, Iwan Kurniawan. Iwan mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada sore hari, disaat sungai dalam keadaan deras. 

“Saat saya tiba di sekolah, usai ada kegiatan sekitar pukul 15.00 WIB. Saya dapat pesan dari beliau (Agus) katanya air meluap. Lalu saya cek ternyata benar,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026).

Tidak berselang lama ketika melakukan pengecekan, kata Iwan, kondisi saat itu mulai berubah. Di mana dirinya bersama dengan Agus sempat mendengar ada teriakan minta tolong dari warga di sebrang.

“Kedengaran katanya ada yang hanyut. Di sana, beliau (Agus) ini sudah gelisah, bolak-balik. Jadi kelihatan beliau ini ada keinginan untuk nolong, loncat ke sungai buat menyelamatkan orang,” katanya.

Saat melihat ke arah sungai, Iwan mengatakan dirinya melihat beberapa orang berada di dalam sungai. Dari pantauannya, terlihat ada setidaknya empat orang yang terseret arus sungai deras.

Melihat kejadian itu, Iwan meminta agar Agus tidak loncat menyelamatkan orang yng hanyut tersebut. Pasalnya, air pada saat itu sangat deras dan alat keselamatan seperti pelampung tidak digunakan.

“Nah saat temen-temennya nyari alat ke belakang. Beliau (Agus) ini ternyata sudah di bawah. Saya teriak ‘jangan, gus’. Tapi beliau ini nekat karena posisi yang hanyut di depannya. Dia berenang ngejar,” ucapnya.

Di tengah arus sungai yang deras itu, Iwan melihat, almarhum Agus sudah megang Ginasya dari belakang. Namun sayangnya, Agus dan Ginasya terus terseret arus sungai yang kala itu sangat deras.

“Saya suruh beliau kepinggir. Tapi tidak bisa, malah terseret terus. Kalau orang-orang yang ikut nolongin itu mereka selamat ada yang terselip di tiang jembatan. Kalau untuk beliau dan Ginasya itu terus,” ujarnya.

Melihat kejadian itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi untuk melakukan upaya pencarian. Guru-guru diminta menyisir titik jembatan, sementara Iwan menghubungi pihak kecamatan dan kepolisian.

“Tidak lama kemudian BPBD datang. Lalu, kalau yang ditolongnya (Ginasya) kemarin sudah ketemu, enggak lama. Kemudian juga sudah dimakakan dan tadi pagi sudah makamkan,” ucapnya.