Baru Sebulan Dibersihkan, Sampah di TPS Pasar Baleendah Bandung Sudah Menggunung Lagi

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,1 Juni 2026-Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah, mulai kembali menggunung meski sebelumnya dilakukan pengangkatan besar-besaran pada Kamis (30/4/2026) lalu.

Berdasarkan pantauan pada Senin (1/6/2026) hari ini, TPS yang berada di Kelurahan Baleendah, Kecamtan Baleendah, Kabupaten Bandung, tersebut, sudah kembali dipenuhi tumpukan sampah, baik itu sampah organik maupun anorganik.

Bau busuk pun mulai menyengat tercium dari tumpukan sampah yang meluber ke jalanan. Lalat beterbangan, sementara air limbah tampak mengalir dari sela-sela tumpukan. Bahkan, belatung mengeliat di sekitar tumpukan sampah.

Padahal, kondisi tersebut baru berlangsung sekitar satu bulan yang lalu, pascapengangkutan besar-besar yang dilakukan secara masif hingga melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang kala itu diwakili Sekda Jabar, Herman Suryatman.

Kondisi tumpukan sampah yang menggunung tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas, terutama bagi para pedagang dan pembeli di Pasar Baleendah, karena lokasi TPS tersebut berada tepat di belakang area aktivitas perdagangan.

Salah seorang pedagang di sekitar pasar, Rahmat (35) mengatakan bahwa tumpukan sampah yang kembali menggunung tersebut mulai terlihat sekitar sebulan. Di mana, kala itu bertepatan usai pengangkutan besar- besaran pada akhir April 2026 lalu.

“Beres pembersihan besar itu sudah mulai sedikit demi sedikit penuh lagi. Awalnya memang ada, yang mengangkut sampah, cuma ngangkutnya sedikit. Itu juga bertahan beberapa hari,” ujarnya pada Senin (1/6/2026).

Menurutnya, tumpukan sampah yang mulai menggunung ini sangat mengganggu. Bukan hanya bau yang menyengat, melainkan keberadaan belatung yang mulai masuk ke area pedagang, khususnya yang berdekatan dengan tumpukan sampah di TPS.

Lebih lanjut, sampah yang berada di TPS ini lagi-lagi bukan hanya berasal dari pasar saja, melainkan dari masyarakat sekitar yang sengaja membuang sampah di sana. Hal itulah yang membuat tumpukan sampah di TPS kembali menggunung.

“Kalau malam hari banyak yang buang ke sini. Emang ada yang biasa jaga ke sini, tapi memang tidak 24 jam. Jadi suka kucing-kucing yang buang ke sini. Jadi kami, pengennya ada solusi konkret, bukan hanya pengangkutan,” katanya.

Senada dengan itu, salah satu pedagang lainnya yaitu Kodari (50) mengatakan, sebenarnya di TPS Pasar Baleendah punya tempat pengolahan mandiri. Namun sayangnya, hal tempat pengelolaan tersebut tidak bejalan dengan semestinya.

“Iya kan maksudnya mah itu ada alat daur ulang cuman tidak fungsi. Tadinya, katanya itu organik dipilah disana, buat bio gas, tapi sampai sekarang belum pernah ada. Makanya sampai sekarang, di sana banyak sampah yang numpuk,” ucapnya.