Ribuan Warga Salat Istisqa di Alun-alun Majalengka, Memohon Agar Hujan Segera Turun

www.hukumnasional.com.ǁJawa Barat,14 September 2026-Ribuan warga Kabupaten Majalengka serentak bersujud dalam Salat Istisqa di Lapangan Alun-Alun Majalengka, Senin (14/9/2026) sekira pukul 07.30 WIB.

Sujud tersebut menjadi ikhtiar bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian. Salat Istisqa dipimpin Imam Ustadz Khoerudin, sedangkan khotbah disampaikan H. Abu Mansyur.

Ribuan warga yang memadati lapangan tampak khusyuk mengikuti Salat Istisqa, yakni salat sunnah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

Suasana khusyuk semakin terasa ketika ribuan jemaah menundukkan diri dalam barisan panjang di tengah lapangan. Doa dan permohonan dipanjatkan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, kemarau panjang mulai memberikan dampak nyata yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

“Kemarau panjang telah membawa dampak nyata di tengah-tengah kita. Sumur-sumur mulai mengering, sawah yang menjadi tumpuan nafkah masyarakat membutuhkan air, belum lagi beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu hal yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Eman.

Menurut Eman, Salat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Momentum tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.

Ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar dan memohon ampun atas berbagai dosa, kekhilafan serta kelalaian, termasuk dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia dan alam.

“Kondisi ini merupakan ujian sekaligus peringatan bagi kita semua untuk kembali bermuhasabah,” katanya.

Eman menegaskan, manusia tetap harus berikhtiar, namun turunnya hujan merupakan rahmat dan kehendak Allah SWT.

Ia juga menyebut pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu tuntunan yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika umat menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

Tak Cukup Hanya Berdoa Ketua MUI Kabupaten Majalengka KH Anwar Sulaeman mengatakan, Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan.

Namun, menurutnya, pelaksanaan salat tersebut tidak boleh berhenti sebagai ritual memohon hujan.

Momentum itu harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, sekaligus lingkungan.

“Salat Istisqa adalah ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Anwar.

Ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, bertobat, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak amal kebaikan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta saling membantu, khususnya warga yang terdampak kekeringan.

“Doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam, menghemat penggunaan air dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat kekeringan,” tambahnya.

Menurut Anwar, hujan merupakan rahmat Allah SWT yang sangat dibutuhkan seluruh makhluk. Karena itu, Salat Istisqa diharapkan tidak hanya menjadi permohonan agar hujan turun, tetapi juga mengetuk kesadaran masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat kepedulian sosial.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat.