Petugas Lapas Kuningan Gagalkan Pengiriman Narkoba, Ada Sabu di Dalam Bola Tenis

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,21 Juni 2026-Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan berhasil menggagalkan pengiriman paket narkoba dengan modus baru.

Hal itu diketahui setelah petugas menunjukkan kewaspadaan tinggi dalam menjaga keamanan wilayahnya, Minggu (21/6/2026).

Peristiwa terungkap saat petugas pengamanan melakukan kontrol keliling rutin usai pergantian tugas jaga.

Saat memeriksa area sekitar lapangan tenis, petugas berinisial AL menemukan sebuah bola tenis di sisi selatan lapangan yang dinilai mencurigakan.

Bola tersebut segera diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Secara fisik terlihat terdapat bekas lem pada permukaannya, mengindikasikan bola telah dimodifikasi.

Pemeriksaan dilanjutkan menggunakan mesin pemindai sinar-X di Pintu Pengamanan Utama, yang menegaskan adanya benda asing di dalamnya. Setelah dibuka sesuai prosedur keamanan, ditemukan tiga paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus berlapis plastik hitam dan plastik bening.

Berdasarkan penelusuran rekaman CCTV yang dilakukan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, diketahui bola tersebut masuk ke dalam kawasan pada pukul 15.07 WIB, dilemparkan dari sisi utara tembok luar lapas.

Kepala Lapas Klas II A Kuningan Sukarno Ali mengungkap bahwa untuk proses hukum lebih lanjut, pihak Lapas Kuningan segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan.

“Barang bukti lengkap telah diserahkan ke kepolisian guna pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan pelaku penyelundupnya,” kata Sukarno Ali lagi.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti sistem pengamanan berjalan efektif. “Keberhasilan ini berkat kewaspadaan, kejelian, dan tanggung jawab tinggi petugas. Deteksi dini ini berhasil menutup celah masuknya narkotika, sehingga mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas,” katanya.

Sukarno Ali menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperketat pengawasan. Berbagai langkah akan ditingkatkan, mulai dari pengawasan di sepanjang pagar pembatas, penambahan intensitas patroli, optimalisasi pemantauan CCTV, hingga mempererat kerja sama dengan aparat penegak hukum terkait.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba. Langkah ini adalah dukungan nyata terhadap Program P4GN dan penerapan kebijakan Zero Halinar di lingkungan pemasyarakatan, sesuai arahan pimpinan pusat,” kata Sukarno Ali.