Seorang Pemotor Kritis usai Tabrak Water Barrier Proyek Kabel Bawah Tanah di Jalan Merdeka Bandung

www.narrativetimes.com.ǁJawa Barat,2 Agustus 2026-Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026) pukul 02.30 WIB.

Pemotor diduga menabrak water barrier dekat proyek kabel bawah tanah. 

Arus lalu lintas saat kejadian sedang lengang. Lokasi kejadian tepatnya di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) tengah berlangsung pekerjaan perbaikan kabel bawah tanah.

Sekitar area proyek terlihat ada dua water barrier terpasang di sisi beton penutup

gorong-gorong. Namun, kondisi penerangan di lokasi relatif minim, sehingga area pekerjaan terlihat kurang jelas pada malam hari.

Korban merupakan seorang laki-laki yang mengendarai motor berkelir silver dengan pelat nomor D 6184 ADS.

Motor melaju dari arah Jalan Ir H Djuanda menuju arah Jalan Lembong.

Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Rony Sukmana mengatakan korban memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Pemotor itu pun diduga kurang berkonsentrasi saat berkendara.

“Ketika melintas di bawah JPO dekat Balaikota Bandung, pemotor diduga menabrak water barrier. Korban bersama motornya terpental sejauh kurang lebih tujuh meter.”

“Entah mengantuk atau dengan kondisi membawa motornya cukup tinggi kecepatannya, akhirnya mental,” katanya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius hingga membuatnya tak sadarkan diri. Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban sampai mengeluarkan darah di telinga dan hidung. Kami masih akan dalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.”

“Selain dugaan pengendara melaju dengan kecepatan tinggi, kondisi pengamanan di sekitar lokasi proyek juga diduga jadi penyebab,” katanya.

Dia menambahkan, area galian untuk perbaikan kabel bawah tanah diduga belum dilengkapi rambu peringatan yang memadai.

Petugas proyek hanya memasang water barrier di dekat titik pekerjaan, sementara penerangan di lokasi juga sangat minim.

“Ya minimal lima meter atau 10 meter sudah ada rambu-rambu peringatan bahwa sedang ada pekerjaan galian, tapi ini hanya menggunakan senter saja dan tempatnya juga mungkin kurang terang untuk penerangan galian tersebut,” ujarnya.